Dinas
Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dinpertan KP) Kabupaten Banyumas meluncurkan
langkah strategis untuk mengatasi krisis regenerasi petani melalui program
"Muda Tani". Program ini dirancang untuk menarik minat generasi muda
agar mau terjun ke sektor pertanian yang selama ini didominasi oleh kelompok
usia lanjut. Pelaksanaan launching dilakukan di Balai Penyuluhan Pertanian
Kecamatan Sumbang pada hari Sabtu (13/12/25).
Fungsional
Perencana Dinpertan KP Banyumas, Nine Rusminingrum S.P., mengungkapkan data
yang cukup memprihatinkan. Saat ini, sektor pertanian di Banyumas didominasi
oleh petani senior.
Hampir
90% petani di Banyumas berusia di atas 50 tahun. Hanya sekitar 3% petani di tingkat
nasional yang berusia di bawah 35 tahun.Kondisi ini memicu kekhawatiran
terhadap keberlanjutan ketahanan pangan di masa depan jika tidak segera
dilakukan intervensi.
Rendahnya
minat pemuda sering kali disebabkan oleh stigma bahwa bertani adalah pekerjaan
yang berat, kuno, dan tidak menjanjikan secara ekonomi. Program "Muda
Tani" hadir untuk mengubah persepsi tersebut dengan pendekatan yang lebih
modern dan relevan dengan perkembangan zaman.
Hingga
saat ini, program tersebut telah menjaring 60 anak muda dari berbagai latar
belakang. Para peserta tidak hanya diberikan pelatihan dasar, tetapi juga
mendapatkan:
·
Pendampingan
Berkelanjutan: Mulai dari teknik budidaya hingga penerapan teknologi pertanian
modern.
·
Proyek
Inkubasi: Saat ini tengah dijalankan budidaya tanaman cabai sebagai sarana
praktik langsung.
·
Manajemen
Bisnis: Peserta diajarkan proses produksi secara menyeluruh, mulai dari
perencanaan hingga potensi pemasaran hasil panen.
Nine
menegaskan bahwa "Muda Tani" bukan sekadar pelatihan teknis, melainkan
ruang inovasi yang mengintegrasikan teknologi tepat guna dengan kearifan lokal.
Diharapkan program ini mampu menciptakan peluang ekonomi baru, menggerakkan
perekonomian desa, serta memperkuat sinergi antara pemuda dan pemerintah daerah
dalam pembangunan pertanian berkelanjutan.